
TASIKMALAYA – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) telah sukses menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-15 untuk program Profesi, Sarjana, dan Diploma III periode April 2026. Acara yang berlangsung dengan khidmat tersebut digelar pada Rabu (29/4/2026).
Pada prosesi wisuda periode ini, UMTAS meluluskan sebanyak 244 wisudawan. Prestasi membanggakan terlihat dari raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang mencapai angka 3,98, yang diraih oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., NS.Sp.Kep.Mat., menjelaskan bahwa para lulusan kali ini menunjukkan sebaran geografis yang sangat luas, bahkan mencakup mahasiswa yang berasal dari Bali hingga Riau. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan dampak nyata dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dijalankan.
Lebih lanjut, Rektor UMTAS memaparkan bahwa pihak kampus terus melakukan inovasi pada sistem akademik. Ia mengungkapkan bahwa saat ini tugas akhir mahasiswa tidak lagi diwajibkan dalam bentuk penelitian konvensional atau skripsi saja, melainkan dapat diganti dengan karya tulis ilmiah atau bentuk karya inovatif lainnya.
Dalam upaya meningkatkan keterserapan kerja, UMTAS terus memperkuat kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa dari berbagai fakultas telah menjalani magang lintas disiplin ilmu di berbagai instansi. Selain itu, UMTAS juga telah memperluas kerja sama internasional dengan Universitas Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia yang mencakup program pertukaran mahasiswa hingga magang selama enam bulan.
Pada momentum wisuda tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, S.E., M.M., menekankan pentingnya menjaga mutu pendidikan, akhlak, serta semangat Al-Islam Kemuhammadiyahan bagi seluruh lulusan. Menurutnya, wisuda merupakan “rapor bersama” yang mencerminkan keberhasilan tidak hanya mahasiswa, tetapi juga institusi pendidikan. Ia juga mendorong para lulusan agar memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang kuat.
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Majelis DIKTILITBANG Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.S., S.H., M.M., menyampaikan bahwa lulusan UMTAS tidak hanya dituntut untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Ia menegaskan bahwa para wisudawan harus berani melahirkan karya-karya inovatif yang bernilai guna serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja baru di tengah masyarakat.
Terkait pengembangan institusi, Rektor mengungkapkan bahwa UMTAS tengah mengusulkan pembukaan program studi baru, yaitu Manajemen Haji dan Umroh untuk tahun ajaran 2026/2027. Program studi ini direncanakan akan berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam yang akan dibentuk secara mandiri.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, turut memberikan pesan kepada para wisudawan. Ia mengingatkan agar para lulusan tidak melupakan kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal Tasikmalaya, seperti mendong dan tarumpah khas Tasikmalaya, di tengah arus modernisasi. Ia juga menekankan pentingnya rasa syukur serta tanggung jawab moral agar para lulusan dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menutup rangkaian acara, Rektor Neni Nuraeni menyampaikan harapannya agar para lulusan UMTAS senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, serta memiliki akhlak mulia dalam pengabdian mereka di tengah masyarakat.
