UMTAS Terjunkan 477 Mahasiswa dalam Program KKN 2025, Usung Tema “Generasi Emas Bebas Stunting”


Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) secara resmi melaksanakan kegiatan penerjunan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Graha UMTAS. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi bentuk konkret kontribusi UMTAS dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Pada tahun ini, UMTAS menerjunkan sebanyak 477 mahasiswa ke berbagai wilayah pengabdian dengan mengusung tema:
“Membangun Generasi Emas Bebas Stunting melalui Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kota Tasikmalaya yang Madani Berbasis Kearifan Lokal.”
Tema ini dipilih sebagai respons akademik terhadap permasalahan strategis nasional, khususnya isu stunting, dengan menitikberatkan pada pendekatan edukatif, promotif, dan partisipatif dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program KKN tahun ini terbagi ke dalam beberapa skema, yaitu:

    • KKN Tematik sebanyak 450 mahasiswa,

    • KKN Kewirausahaan Inovatif (KKN-KI) sebanyak 5 mahasiswa,

    • KKN Muhammadiyah Aisyiyah Se-Indonesia (KKN MAS) sebanyak 2 mahasiswa,

    • KKN Pertukaran Mahasiswa Merdeka (KKN PMM) sebanyak 20 mahasiswa.

Seluruh peserta akan melaksanakan kegiatan pengabdian selama lebih dari satu bulan dengan wilayah konsentrasi utama berada di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Penerjunan mahasiswa secara simbolis dilakukan oleh Rektor UMTAS dan secara resmi diterima oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui perwakilannya, yaitu Ir. Hj. Eli Suminar, MP, yang menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kontribusi mahasiswa UMTAS dalam mendukung program-program prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam isu kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan literasi sosial berbasis lokalitas.

Kegiatan seremonial turut diisi dengan penyerahan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa oleh unsur pimpinan universitas dan pemerintah daerah, serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UMTAS dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan sebagai bentuk penguatan kerja sama kelembagaan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan KKN di lapangan.

Melalui program KKN ini, UMTAS berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan akademik dalam konteks nyata, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan masyarakat. KKN menjadi sarana strategis untuk membangun hubungan timbal balik antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi berbasis ilmiah yang aplikatif, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan jangka panjang.