UMTAS Raih 8 Pendanaan Riset dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Komitmen Inovasi untuk Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) kembali menunjukkan eksistensinya dalam penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional. Pada tahun 2026, UMTAS dilaporkan berhasil meraih 8 pendanaan dari program Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, yang terdiri dari 5 hibah penelitian dan 3 hibah pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai skema.
Berikut nama-nama dosen yang lolos pendanaan:

  1. Skema Penelitian Fundamental Reguler : Dr. Elfan Fanhas F KH, M.Ag. dan Dr. Gian Sugiana Sugara, M.Pd.
  2. ⁠ Skema Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi: Nita Anggi Purnama, M.Pd.
  3. Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP): Anida Izatul Islami, M.Tr.Keb. Dan Wahid Hasyim, M.T.
  4. Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat : Miftahul Falah, M.Sn., Ph.D. Dan Nita Anggi Purnama, M.Pd.
  5. ⁠Skema Program Inovasi Seni Nusantara: Arni Apriani, M.Pd.

Secara keseluruhan, capaian ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen UMTAS dalam menjalankan catur dharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek riset dan pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan meningkatnya daya saing dosen UMTAS dalam mengikuti program hibah nasional yang bersifat selektif dan kompetitif.

Lebih jauh, capaian ini tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan administratif, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung. Program-program yang didanai diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan sosial dan budaya.

Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para dosen dalam meraih hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DPPM Tahun 2026 merupakan capaian strategis yang tidak hanya mencerminkan kualitas akademik, tetapi juga komitmen dalam menjalankan catur dharma perguruan tinggi secara utuh.

Ia menuturkan bahwa hibah tersebut bukan sekadar bentuk pendanaan, melainkan juga merupakan pengakuan atas kapasitas intelektual, kreativitas, serta relevansi gagasan yang ditawarkan dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Menurutnya, dalam konteks pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian tidak lagi dapat dipisahkan dari kebutuhan nyata masyarakat, sehingga hasil riset harus mampu memberikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan budaya akademik berbasis riset di lingkungan UMTAS mulai tumbuh dan berkembang secara positif. Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan reputasi institusi, baik di tingkat nasional maupun global.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depannya, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas memperoleh hibah, tetapi juga bagaimana mengelola dan mengimplementasikan kegiatan penelitian dan pengabdian secara berkualitas, menghasilkan publikasi bereputasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, momentum ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk terus memperkuat kolaborasi, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Dengan diraihnya 8 pendanaan pada tahun 2026 ini, UMTAS diharapkan terus melahirkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.