
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul yang berdaya saing global. Pada Senin, 4 Agustus 2025, UMTAS secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan FPT University, salah satu universitas swasta terkemuka di Vietnam yang berfokus pada bidang teknologi dan inovasi. Penandatanganan MoU ini dilangsungkan di kampus utama FPT University, Vietnam, dan menjadi bagian dari rangkaian kerja sama internasional yang difasilitasi oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara ini juga turut dihadiri dan disaksikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Ho Chi Minh City, Bapak Adiguna Wijaya, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah terhadap diplomasi pendidikan yang dilakukan oleh perguruan tinggi Indonesia.
UMTAS menjadi salah satu dari 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang ikut serta dalam penandatanganan kerja sama ini. Dalam dokumen MoU yang ditandatangani oleh Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat., dan Presiden FPT University, kedua institusi sepakat untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama strategis dalam bidang pendidikan dan penelitian. Kerja sama ini mencakup peluang pertukaran dosen dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan riset, perkuliahan, serta forum ilmiah yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, kedua universitas juga sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan penyelenggaraan program pertukaran mahasiswa dan pengembangan studi lintas negara yang dapat memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dari kedua institusi.
Tak hanya itu, MoU ini juga mencakup kesepakatan untuk mencari peluang dukungan bagi proyek-proyek bersama yang dinilai saling menguntungkan. Setiap bentuk kegiatan kolaboratif nantinya akan dituangkan dalam perjanjian spesifik secara tertulis, yang memuat rincian teknis pelaksanaan, termasuk alokasi sumber daya dan dukungan finansial jika diperlukan. Meski belum memuat komitmen yang bersifat mengikat secara hukum, MoU ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan jejaring internasional UMTAS ke depan. Kedua belah pihak juga sepakat untuk melakukan konsultasi berkala guna mengevaluasi perkembangan dan efektivitas kolaborasi yang terjalin.
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah langkah awal yang sangat strategis dalam upaya membangun jejaring global dan meningkatkan daya saing lulusan UMTAS di tingkat internasional. Menurutnya, pengalaman belajar dan berkegiatan di lingkungan lintas budaya akan membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dan dosen, serta mendorong semangat kolaborasi dalam riset dan inovasi. UMTAS memandang bahwa kerja sama internasional tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga tentang membuka ruang untuk tumbuh bersama dan memperluas pengaruh positif melalui ilmu pengetahuan. Melalui kerja sama ini, UMTAS berharap dapat memperluas akses internasional bagi sivitas akademika, menciptakan iklim akademik yang terbuka terhadap perbedaan dan kolaborasi global, serta mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penandatanganan MoU dengan FPT University ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan UMTAS menuju panggung dunia, sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam membangun sinergi pendidikan yang melampaui batas geografis dan budaya.

