UMTAS Ikuti Lokakarya Pemetaan ATS dan APK Bersama Dinas Pendidikan dan 12 PTMA se-Jawa Barat

Bandung – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) mengikuti kegiatan Lokakarya Pemetaan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan diikuti oleh 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung dan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Lokakarya ini dihadiri langsung oleh Rektor UMTAS Neni Nuraeni, M.Kep.Ns. Kep.Mat., Wakil Rektor I Bidang Akademik Lilis Lismayanti, M.Kep., serta Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Anggia Suci Pratiwi, M.Pd. Kehadiran pimpinan UMTAS menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung program peningkatan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat.
Acara dibuka dengan Keynote Speech dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang memaparkan materi bertajuk “Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat”. Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan menekankan bahwa mengatasi isu Anak Tidak Sekolah (ATS) dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan pilar krusial dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen penuh untuk memperluas akses pendidikan yang merata dan bermutu melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Kehadiran 12 PTMA se-Jawa Barat dalam lokakarya ini dinilai sebagai langkah nyata sektor akademisi untuk bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah guna mengentaskan masalah pendidikan langsung dari akar rumput dan berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, yaitu Endin Suhanda. Dalam pemaparannya yang merujuk pada data resmi Kemendikbudristek, diperlihatkan tren Kondisi ATS di Jawa Barat sepanjang periode Januari – Juni 2026 menunjukkan adanya pergerakan angka ATS di Jawa Barat dalam 13 titik waktu. Sempat terjadi lonjakan signifikan pada bulan Maret dengan puncak tertinggi berada di tanggal 25 Maret yang mencapai angka 721.756 anak. Namun setelah itu, grafik menunjukkan tren penurunan yang stabil dan konsisten dari bulan April hingga awal Juni 2026. Tercatat per tanggal 3 Juni, angka ATS berhasil ditekan hingga ke posisi 634.763 anak, membuktikan adanya penurunan signifikan jika dibandingkan dengan posisi awal di bulan Januari (647.604 anak pada 30 Januari).
Lebih lanjut, Endin Suhanda juga memaparkan Target Capaian PP ATS Jawa Barat Barat 2026 yang meliputi tiga pilar utama: Regulasi dan Tata Kelola (Target 100%), Penguatan Data (Target 39% naik menjadi 100%), dan Target Kinerja (Penurunan 20%).
Guna mewujudkan target tersebut, dalam lokakarya juga dibahas Peta Jalan Penanganan ATS terstruktur dari Maret hingga Oktober yang dibagi menjadi 6 tahapan strategis:
Tahap 1: Koordinasi & Sinergi Pemda.
Tahap 2: Advokasi Kebijakan Wajar 13 Tahun.
Tahap 3: Pendampingan Lintas OPD.
Tahap 4: Pendampingan Operator & Desa.
Tahap 5: Pengembangan Strategi Kontekstual.
Tahap 6: Monitoring & Evaluasi Implementasi.

Melalui lokakarya ini, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi pemetaan dan pemanfaatan data pendidikan untuk mendukung perencanaan program yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi nyata antara Dinas Pendidikan, BBPMP Jawa Barat, dan PTMA dalam merumuskan langkah-langkah konkret guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Sebagai bentuk implementasi dalam peta jalan penanganan, salah satu strategi taktis yang disepakati oleh PTMA se-Jawa Barat adalah mengintegrasikan program penanganan ATS ke dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa. Melalui strategi ini, mahasiswa KKN akan diterjunkan langsung ke desa-desa untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penguatan.