
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) kembali menorehkan langkah progresif dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Pada tanggal 28 Juli 2025, UMTAS secara resmi melepas tujuh mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam dua skema unggulan, yakni KKN Kerja Sama Internasional (KKN KI) dan KKN Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS). Pelepasan dilangsungkan di Aula UMTAS dan dihadiri langsung oleh Rektor UMTAS, Wakil Rektor I, jajaran Dekanat Fakultas, serta Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UMTAS sebagai lembaga pelaksana KKN.
Program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen UMTAS dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian global. Mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional akan mengabdi di Hat Yai, Thailand, mulai tanggal 3 Agustus hingga 2 September 2025. Mereka terdiri dari lima orang mahasiswa yang telah melalui proses seleksi ketat, yaitu Nazmi Nur Auliya dari Program Studi S1 PGSD, Salas Sulastri dari S1 Sendratasik, Aulia Ayuningthyas dari S1 Kebidanan, Sinta Hayatussada’dah dari S1 Sendratasik, dan Arsi Nurhaliza dari S1 PGSD. Keikutsertaan mereka dalam KKN Internasional merupakan bagian dari kerja sama UMTAS dengan mitra internasional, sekaligus upaya penguatan diplomasi kebudayaan dan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan di tingkat global.
Sukabumi Blackhat,Tools Sukabumi Blackhat,adit Ganteng,[email protected]
Sementara itu, dua mahasiswa lainnya yaitu Muhammad Faujan dari Program Studi S1 PGSD dan Azril Rizqi Permana dari Program Studi S1 Keperawatan ditugaskan untuk mengikuti KKN MAS yang dilaksanakan di Riau. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 28 Juli dan berlangsung hingga 12 September 2025. KKN MAS merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia dalam menjalankan program pengabdian masyarakat secara serentak dan lintas daerah. Mahasiswa UMTAS yang terlibat diharapkan mampu menjalin sinergi dengan mahasiswa dari berbagai kampus lain serta membangun program pemberdayaan berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui kedua skema KKN ini, mahasiswa diberi ruang seluas-luasnya untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah mereka pelajari selama perkuliahan dalam konteks nyata di masyarakat. Pengalaman ini akan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, empatik, komunikatif, dan memiliki kemampuan kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu. KKN juga menjadi ajang pembelajaran nonformal yang memperkaya wawasan sosial serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Rektor UMTAS menegaskan bahwa kegiatan KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa belajar dari masyarakat, beradaptasi, serta menanamkan nilai-nilai kebermanfaatan dalam setiap langkah. Mahasiswa yang diberangkatkan kali ini bukan hanya membawa nama UMTAS, tetapi juga membawa misi besar sebagai duta kemanusiaan dan pembawa semangat perubahan. Harapannya, setelah kembali dari KKN, para mahasiswa dapat menjadi pribadi yang lebih matang, siap berkontribusi dalam dunia kerja, dan terus menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, ilmu, dan amal.
Pengiriman mahasiswa untuk KKN Internasional dan KKN MAS ini menegaskan posisi UMTAS sebagai perguruan tinggi yang aktif menjalin kerja sama lintas wilayah dan lintas negara, serta terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki visi global dengan pijakan lokal. UMTAS berharap, keikutsertaan mahasiswa dalam KKN MAS dan KKN Internasional 2025 dapat menjadi momentum pembentukan pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap bersaing di tingkat global, sekaligus tetap menjunjung tinggi semangat pengabdian dan kebermanfaatan bagi umat. Dengan semangat pengabdian yang menyala, ketujuh mahasiswa UMTAS ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan penggerak perubahan di tengah masyarakat, sekaligus membawa nama baik almamater dalam kancah nasional dan internasional.
