
Tasikmalaya — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) bersama PK Sakinah BKPRMI dan APPAUDI menggelar Workshop Praktik Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Graha UMTAS dan diikuti oleh para guru PAUD dari berbagai lembaga Kober dan Taam se-Kota Tasikmalaya.
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran semakin menjadi perhatian di kalangan pendidik karena dianggap mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna, menstimulasi kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan karakter anak sesuai tahap perkembangannya. Oleh karena itu, workshop ini dirancang untuk memperkuat penguasaan guru terhadap konsep serta praktik pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang optimal anak usia dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Kep.Mat., yang mengapresiasi tingginya antusias peserta. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran fundamental sebagai fondasi awal dalam perjalanan pendidikan sekaligus karakter anak. Ia berharap pelatihan seperti ini dapat mendorong guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalnya sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan penuh kasih sayang. Melalui penguasaan pendekatan deep learning, pendidik didorong untuk membentuk lingkungan belajar yang menantang dan menyenangkan, serta menciptakan interaksi yang mendalam antara guru dan siswa.
Turut memberikan sambutan, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Yogi Gum Permana, S.I.P., yang menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi pendidik merupakan prioritas utama yang terus dikawal oleh pemerintah. Dengan adanya kegiatan kolaboratif ini, ia menilai guru PAUD dapat memperluas wawasan dalam memetakan kebutuhan belajar anak, sekaligus memperkuat keterampilan pedagogik agar mampu menjadi pendidik PAUD terbaik dan unggul di Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, Kaprodi PG PAUD UMTAS, Rika Surtika Dewi, M.Psi., menyampaikan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dalam memperkuat sinergi dunia akademik dengan praktisi. Ia menekankan bahwa literasi dan kompetensi guru PAUD harus terus berkembang sejalan dengan tantangan pendidikan abad ke-21, sehingga guru memiliki kemampuan maksimal dalam membimbing perkembangan anak di tahap krusial kehidupannya. Beliau juga menaruh harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif hingga tingkat nasional, tidak hanya di Kota Tasikmalaya.
Workshop ini menghadirkan pemateri berpengalaman dalam bidang pedagogi dan pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tentang pendekatan deep learning, tetapi juga diajak melakukan praktik langsung dalam menyusun rancangan pembelajaran dan aktivitas tematik berbasis eksplorasi, kreativitas, dan pengalaman nyata anak.
Suasana pelatihan berlangsung aktif, dialogis, dan penuh semangat. Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi mengenai tantangan mengajar di lapangan, serta saling berbagi praktik baik yang dapat diimplementasikan di lembaga masing-masing. Di akhir kegiatan, peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bentuk pengakuan terhadap peningkatan kompetensi yang telah ditempuh.
Dengan terselenggaranya workshop ini, UMTAS dan seluruh mitra penyelenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD. Harapannya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak usia dini di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya memperoleh pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai bekal membangun generasi emas Indonesia di masa depan.
