
Kota Banjar — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjar menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh unsur persyarikatan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS).
Ketua PDM Kota Banjar, H. Saefudin, A.Ks., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai sarana memperkuat komitmen dakwah Muhammadiyah dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan pengabdian sosial.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat sinergi antarunsur persyarikatan serta lembaga pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi modal utama dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMTAS sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. H. Yadi Janwari, M.A., sebagai pemateri utama. Dalam ceramahnya, Prof. Yadi Janwari mengangkat tema tentang pentingnya kecerdasan emosional sebagai pelengkap kecerdasan intelektual dalam membentuk kepribadian muslim yang unggul dan berdaya saing.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual yang tinggi tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa diiringi kecerdasan emosional yang baik. Menurutnya, kecerdasan emosional berperan penting dalam kemampuan seseorang mengendalikan diri, mengelola emosi, membangun empati, serta menjalin hubungan sosial yang harmonis.
Lebih lanjut, Prof. Yadi memaparkan bahwa di lingkungan keluarga, kecerdasan emosional menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter dan akhlak anak. Orang tua dituntut tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap sabar, terbuka dalam komunikasi, serta bijak dalam menyelesaikan perbedaan dan konflik. Hal tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan spiritual anak sejak usia dini.
Di lingkungan kampus, kecerdasan emosional dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana akademik yang kondusif dan produktif. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diharapkan mampu menjalin hubungan yang saling menghargai, bekerja sama dalam keberagaman, serta menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang mengintegrasikan keunggulan intelektual dan pembinaan akhlak.
Sementara itu, di lingkungan dunia kerja, kecerdasan emosional menjadi salah satu kunci keberhasilan profesional dan kepemimpinan. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik dinilai lebih mampu bekerja dalam tim, menghadapi tekanan dan dinamika pekerjaan, serta menjaga etika, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Hal ini diyakini mampu menciptakan budaya kerja yang sehat, harmonis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Melalui pelaksanaan Tabligh Akbar ini, PDM Kota Banjar berharap nilai-nilai Muhammadiyah dapat terus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.
