
pada 18 November 2025 di Universitas Muhammadiyah Bandung berlangsung khidmat dan meriah. Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta yang terdiri dari pimpinan persyarikatan, kader, sivitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta masyarakat umum. Agenda milad ini menjadi salah satu momentum besar bagi keluarga besar Muhammadiyah dalam merefleksikan kiprah panjang organisasi yang telah lebih dari satu abad berperan di berbagai bidang kehidupan.
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) turut serta hadir sebagai penggembira. Kehadiran UMTAS membawa semangat kebersamaan dan silaturahmi, sekaligus menunjukkan komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mendukung gerakan Muhammadiyah di tingkat nasional. Partisipasi ini disambut hangat oleh peserta lain yang melihat kehadiran PTMA sebagai wujud kekompakan dan solidaritas dalam membangun kekuatan bersama.
Tamu VVIP yang hadir meliputi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri, Gubernur Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dikti Saintek Brian, kalangan pengusaha nasional, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Menteri Kehutanan Indonesia, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Urusan Tenaga Migran, Ketua DPRD Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, Kapolda Jawa Barat, serta delegasi dari Malaysia, China, Australia, dan Turkiye.
Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag.. mengatakan momentum milad ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga persyarikatan untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga independensi organisasi. Independensi dianggap sebagai pilar moral yang harus dipertahankan agar Muhammadiyah tidak terseret dalam kepentingan politik praktis yang dapat mengaburkan tujuan pelayanan umat dan misi dakwah pencerahan. Muhasabah ini juga menjadi ajakan untuk memastikan bahwa amal usaha yang dibangun bukan sekadar rutinitas struktural, tetapi tetap menjadi sarana pemberdayaan bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. , menyampaikan harapan agar milad ke-113 menjadi titik penguatan bagi gerakan persyarikatan yang berlandaskan nilai keikhlasan, kemajuan, dan kebermanfaatan. Beliau menekankan bahwa perjalanan panjang Muhammadiyah hendaknya menjadi pengingat bahwa dakwah dan pelayanan publik harus semakin diperluas, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi umat, dan peneguhan karakter bangsa. Ia berharap Muhammadiyah tetap mampu menjaga jati dirinya sebagai gerakan yang moderat, beretika, dan mencerdaskan bangsa.
Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H. , memberikan pandangan mengenai peran Muhammadiyah sebagai kekuatan sosial yang strategis di Jawa Barat. Ia menilai bahwa amal usaha Muhammadiyah turut memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Ia juga memberikan harapan agar milad ke-113 ini menjadi momentum sinergi baru antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang mandiri, berbudaya, dan berorientasi pada kemajuan jangka panjang serta berkemajuan dalam bidang teknologi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Kep.Mat., turut menyampaikan refleksi dan harapan bagi Muhammadiyah serta UMTAS. Ia menilai bahwa perjalanan Muhammadiyah selama lebih dari seratus tahun menjadi inspirasi bagi UMTAS dalam meningkatkan mutu pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik, serta penguatan nilai-nilai persyarikatan dalam kehidupan kampus. Ia berharap momentum milad ke-113 ini menjadi pendorong bagi UMTAS untuk terus berkembang, memperluas kerja sama, dan mempertegas kontribusi sebagai bagian dari jaringan PTMA yang aktif memberikan solusi bagi masyarakat.
Selain mengikuti rangkaian acara, rombongan UMTAS juga memanfaatkan kesempatan untuk mempererat jaringan dan berdiskusi dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Interaksi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai kemuhammadiyahan.
