
Tasikmalaya, 20 Juni 2026 – Pimpinan Daerah (PDA) ‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya menggelar Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), Sabtu (20/6/2026). Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, serta dihadiri sekitar 400 tamu undangan yang terdiri atas jajaran pimpinan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, pimpinan amal usaha Muhammadiyah-‘Aisyiyah, akademisi, organisasi otonom, serta tamu undangan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Peringatan Milad ke-109 menjadi momentum penting bagi ‘Aisyiyah untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang organisasi yang telah berkiprah lebih dari satu abad dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan. Selama 109 tahun, ‘Aisyiyah terus menunjukkan konsistensinya sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman melalui gerakan yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Pada peringatan Milad tahun ini, PDA ‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk penegasan bahwa dakwah yang dijalankan ‘Aisyiyah tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran agama melalui ceramah atau pengajian, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Makna Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan mengandung semangat untuk memperkuat gerakan dakwah yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Dakwah kemanusiaan diwujudkan melalui pelayanan pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat, pemberdayaan perempuan dan keluarga, pendampingan terhadap kelompok rentan, kepedulian terhadap korban bencana, penguatan ekonomi umat, hingga berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui tema tersebut, ‘Aisyiyah ingin menegaskan bahwa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial. Dakwah tidak hanya dipahami sebagai aktivitas mengajak kepada kebaikan melalui lisan, tetapi juga melalui keteladanan, pelayanan, pemberdayaan, serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, keberadaan ‘Aisyiyah diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat., menyampaikan ucapan selamat atas Milad ‘Aisyiyah ke-109. Ia menyampaikan bahwa usia lebih dari satu abad merupakan bukti nyata konsistensi ‘Aisyiyah dalam menjalankan dakwah berkemajuan yang terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi salah satu pilar penting dalam gerakan Muhammadiyah yang mampu menghadirkan perubahan melalui berbagai amal usaha dan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kiprah ‘Aisyiyah selama ini telah menunjukkan bahwa dakwah dapat dilakukan melalui karya nyata yang memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
Lebih lanjut, ia berharap semangat Milad ke-109 dapat semakin memperkuat peran ‘Aisyiyah dalam mencetak perempuan-perempuan Indonesia yang maju, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus mempererat kolaborasi dalam mengembangkan amal usaha yang memberikan manfaat bagi umat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya, Dr. Sunanih, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, kader, simpatisan, mitra kerja, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109 dapat terselenggara dengan baik.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen organisasi yang memiliki semangat yang sama dalam memajukan gerakan ‘Aisyiyah. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun selama ini menjadi modal penting untuk terus mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga berharap peringatan Milad ke-109 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan mampu menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dakwah dan pengabdian seluruh kader. Menurutnya, semarak Milad diharapkan dapat memberikan dampak yang luas melalui berbagai kegiatan ‘Aisyiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pembinaan keluarga, pemberdayaan perempuan, hingga pelayanan kemasyarakatan yang berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini memerlukan kontribusi nyata dari seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan. Oleh karena itu, ‘Aisyiyah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam setiap gerakannya.
Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109 juga menjadi ajang mempererat ukhuwah di antara keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran ratusan tamu undangan mencerminkan dukungan yang kuat terhadap kiprah ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Melalui usia yang telah mencapai 109 tahun, ‘Aisyiyah diharapkan terus menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan semangat “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan,” organisasi ini diharapkan semakin memperluas manfaat dakwah melalui pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Peringatan Milad ke-109 ini menjadi penanda bahwa perjalanan panjang ‘Aisyiyah bukan hanya tentang usia organisasi, melainkan tentang kesinambungan pengabdian kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan. Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus agar nilai-nilai dakwah berkemajuan tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.
