
Tasikmalaya, 12 November 2025 — Didorong oleh semangat kemanusiaan dan dedikasi untuk membantu sesama, dosen sekaligus psikolog Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), Nandhini Hudha Anggarasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, resmi bergabung menjadi relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sekaligus bagian dari Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO).
Keterlibatan Nandhini sebagai bagian dari EMT Muhammadiyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UMTAS. Kehadirannya memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional dan berstandar internasional. EMT Muhammadiyah merupakan tim medis darurat pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh verifikasi resmi dari WHO, menandai tonggak sejarah penting bagi dunia kesehatan dan kebencanaan nasional.
Dalam kapasitasnya sebagai psikolog, Nandhini memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan psikososial kepada para penyintas bencana. Ia turut membantu korban dalam mengelola trauma, menghadapi kehilangan, serta menata kembali kehidupan pascabencana. Menurut pandangannya, pemulihan kesehatan mental merupakan aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari penanganan bencana secara menyeluruh. Ia menilai bahwa banyak korban bencana mengalami tekanan batin yang tidak terlihat, sehingga pendampingan psikologis menjadi elemen penting agar para penyintas dapat pulih secara menyeluruh, baik fisik maupun emosional.
Keputusan untuk bergabung dengan MDMC dan EMT Muhammadiyah dilandasi oleh komitmen profesional dan panggilan kemanusiaan yang kuat. Nandhini memandang bahwa profesi psikolog tidak hanya terbatas pada pelayanan klinis di ruang praktik, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam situasi krisis dan darurat. Ia meyakini bahwa pendampingan psikologis dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana untuk kembali bangkit secara mental dan spiritual.
Selain menjadi bentuk pengabdian, keterlibatan Nandhini juga memberikan inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UMTAS agar lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menilai bahwa dunia akademik dan kerja kemanusiaan saling berkaitan, karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Melalui penerapan ilmu dan nilai-nilai empati, para akademisi dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
Nandhini juga menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan kemanusiaan sebagai wadah pembelajaran yang bermakna. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan dapat menumbuhkan kepekaan sosial, memperluas wawasan, dan memperdalam makna pengabdian terhadap sesama. Melalui pengalaman tersebut, para relawan dapat memahami arti ketulusan, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial yang sesungguhnya.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, baik di tingkat nasional maupun internasional. MDMC telah terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, seperti di Filipina, Nepal, dan Turki. Dengan bergabungnya tenaga profesional dari berbagai disiplin ilmu, termasuk psikologi, EMT Muhammadiyah semakin siap menghadirkan layanan tanggap bencana yang holistik — mencakup aspek medis, logistik, psikologis, dan spiritual.
Kehadiran sosok seperti Nandhini Hudha Anggarasari menjadi bukti bahwa pengabdian dosen UMTAS tidak terbatas di ruang kuliah, melainkan juga diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat. Langkah tersebut memperkuat nilai-nilai utama Muhammadiyah dan UMTAS, yaitu cerdas, berkualitas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Melalui partisipasi aktif para dosen dan mahasiswa dalam kegiatan sosial serta kemanusiaan, UMTAS berkomitmen untuk terus mencetak insan akademis yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kemanusiaan. Dengan semangat tersebut, UMTAS berupaya menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berdaya, tangguh, dan berempati.
