
Tasikmalaya, 3 Oktober 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menggelar kegiatan Pembekalan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Tahun 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan mahasiswa FKIP untuk memasuki dunia sekolah sekaligus mengasah jati diri sebagai calon guru profesional.
Acara pembekalan berlangsung khidmat dengan dihadiri pimpinan fakultas, dosen pembimbing, guru pamong, serta ratusan mahasiswa peserta PLP. Kegiatan resmi dibuka oleh Dekan FKIP UMTAS, Dr. Maesaroh Lubis, M.Pd. Pesan Dekan: Jaga Citra UMTAS dan Disiplin sebagai Calon Guru
Dalam amanatnya, Dr. Maesaroh menekankan bahwa mahasiswa FKIP UMTAS merupakan representasi dari kampus yang dikenal sebagai perguruan tinggi terbaik di wilayah Priangan Timur. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa wajib menjaga sikap, perilaku, dan kedisiplinan ketika melaksanakan PLP di sekolah. Mahasiswa UMTAS harus tampil rapi sesuai identitas seorang guru. Karena membawa nama baik kampus. Kesuksesan PLP bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga kerja sama yang erat antara mahasiswa, guru pamong, serta dosen pembimbing lapangan. Seorang guru tidak boleh datang ke kelas tanpa persiapan. Mahasiswa harus membekali diri dengan materi yang matang agar mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik.
Laporan Ketua Pelaksana dan Sekretaris Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) PLP 2
Ketua pelaksana PLP 2 FKIP UMTAS 2025, Dr. Leni Sri Mulyani, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 276 mahasiswa. Mereka akan ditempatkan di 40 sekolah mitra, yang terdiri dari 23 SMA di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, 12 SD, 1 PAUD, 8 sekolah Program Teknologi Informasi (PTI), serta 8 sekolah seni dan budaya.
Sementara itu, Dr. Dewang Sulistiana, M.Pd., selaku Sekretaris UPT PLP 2 menambahkan bahwa tujuan utama PLP adalah memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa terkait proses pembelajaran, manajemen kelas, serta interaksi sosial di lingkungan sekolah. PLP bukan sekadar praktik mengajar, tetapi juga kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan secara utuh. Mulai dari budaya sekolah, dinamika peserta didik, hingga kolaborasi dengan guru pamong. Semua pengalaman itu akan membentuk profesionalitas mahasiswa sebagai calon pendidik.
Suara Mahasiswa: Antusias dan Siap Mengabdi
Antusiasme juga dirasakan oleh mahasiswa peserta PLP 2. Salah satunya Muhamad Faujan , mahasiswa Program Studi PGSD, yang mengaku siap menantikan pengalaman baru di sekolah.
Hal ini dijadikan kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di kampus. Dan dapat belajar langsung dari guru pamong bagaimana cara mengelola kelas yang baik. Melalui PLP ini bisa menjadi pembelajaran menjadi guru yang disiplin, berkarakter, dan bisa membawa nama baik UMTAS.
Melalui PLP, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Pengalaman ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan pedagogik, tetapi juga membentuk kepribadian dan etika profesi seorang guru.Selain itu, PLP menjadi ajang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dan jejaring dengan sekolah mitra, yang nantinya dapat menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan karier mereka. Guru pamong yang mendampingi akan berperan sebagai mentor sekaligus teladan, sementara dosen pembimbing lapangan memberikan arahan akademis dan evaluasi.
Dengan adanya pembekalan ini, FKIP UMTAS berharap seluruh mahasiswa peserta PLP dapat melaksanakan tugas dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Mereka diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif serta menjaga nama baik UMTAS di sekolah-sekolah mitra.
PLP adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mahasiswa FKIP UMTAS siap menjadi guru profesional yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kegiatan pembekalan PLP 2025 ini menjadi awal perjalanan mahasiswa menuju dunia persekolahan yang sesungguhnya, serta menjadi pijakan penting bagi lahirnya guru-guru muda terbaik dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.
