
Tasikmalaya, 24 Desember 2025 — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan simulasi tanggap bencana yang dilaksanakan di lingkungan Kampus UMTAS, Rabu (24/12). Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari sivitas akademika UMTAS, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Kegiatan simulasi tanggap bencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, serta kemampuan sivitas akademika dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di lingkungan kampus. Dalam simulasi ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai mitigasi bencana, prosedur evakuasi yang aman, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi kondisi darurat.
Simulasi dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kota Tasikmalaya dengan skenario bencana gempa bumi. Seluruh peserta dilatih untuk merespons situasi darurat secara terkoordinasi, mulai dari upaya perlindungan diri saat gempa terjadi hingga proses evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Ketua pelaksana kegiatan, Hana Ariyani, M.Kep., selaku dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMTAS, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini diharapkan mampu membentuk sikap sigap dan tanggap sivitas akademika dalam menghadapi bencana. Ia menilai bahwa pemahaman yang baik mengenai kebencanaan sangat penting agar seluruh warga kampus tidak panik dan dapat bertindak secara tepat ketika situasi darurat terjadi. Melalui simulasi ini, ia berharap sivitas akademika UMTAS dapat menjadi individu yang lebih siap, mandiri, serta mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, S.IP., M.IP., menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tanggap bencana di lingkungan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana. Ia menekankan bahwa kampus merupakan pusat aktivitas dengan jumlah orang yang besar sehingga membutuhkan kesiapan yang matang dalam menghadapi potensi bencana. Menurutnya, melalui simulasi seperti ini, sivitas akademika dapat memahami peran masing-masing serta pentingnya koordinasi dan kedisiplinan saat menghadapi situasi darurat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UMTAS atas komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui kerja sama dengan BPBD Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam upaya membangun kampus yang aman, tangguh, dan responsif terhadap bencana.
Melalui pelaksanaan simulasi tanggap bencana ini, UMTAS berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih siap menghadapi risiko bencana serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi dan penanggulangan bencana di kalangan sivitas akademika.
