
Tasikmalaya, 2 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melaksanakan study visit ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir pada hari ini. Kegiatan dimulai sejak pagi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pengelolaan sampah secara langsung di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah berdirinya TPA Ciangir, jumlah tonase sampah yang diterima setiap harinya, serta luas area TPA yang menjadi lokasi pembuangan utama bagi wilayah Tasikmalaya. Informasi ini memberikan wawasan nyata mengenai tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi daerah tersebut.
Setelah kegiatan kunjungan, mahasiswa Teknik Lingkungan UMTAS melanjutkan agenda dengan mengadakan edukasi eco enzyme bersama warga Desa Ciangir. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian lingkungan sekaligus bagian dari program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, yang dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Rumah Eco Enzyme Tasikmalaya.
Acara edukasi eco enzyme turut dihadiri oleh Kaprodi Teknik Lingkungan UMTAS, Ibu Estin Nofiyanti, S.Pd., M.Sc. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan sambutan, mengapresiasi antusiasme warga, serta menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan sampah organik.
Pemilik Rumah Eco Enzyme, Ibu Deviani, hadir memberikan penjelasan langsung kepada warga mengenai eco enzyme—mulai dari definisi, manfaat, hingga cara pembuatannya menggunakan sampah organik dapur. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga warga dapat mengikuti dengan baik.
Mahasiswa dan Rumah Eco Enzyme juga membagikan botol eco enzyme kepada warga sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat mulai mempraktikkannya secara mandiri. Dalam sesi praktik, Ibu Deviani melakukan demonstrasi dengan merendam kaki warga dalam air yang sudah dicampur eco enzyme. Warga yang mencoba merasakan manfaatnya secara langsung, seperti kaki yang terasa lebih ringan dan lega setelah perendaman.
Para warga Desa Ciangir terlihat antusias, aktif bertanya, dan mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 2 November 2025 ini, diharapkan edukasi eco enzyme dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan limbah organik serta menumbuhkan kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Teknik Lingkungan UMTAS sebagai generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan hubungan baik antara perguruan tinggi dengan masyarakat sekitar.
