
Tasikmalaya, 7 Oktober 2025 — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menggelar kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) UMTAS 2025 yang resmi dibuka pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Acara pembukaan dihadiri oleh Rektor UMTAS, Wakil Rektor III, para Dekan, dan Ketua Program Studi di lingkungan universitas. Turut hadir jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa baru peserta sanlat.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Kilat merupakan program wajib bagi mahasiswa baru UMTAS, sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman dan keMuhammadiyahan di perguruan tinggi Muhammadiyah. Kegiatan sanlat ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya nyata UMTAS dalam membangun mahasiswa yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berjiwa Islami. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi pondasi kuat dalam setiap langkah mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus.
Kepala Pengembangan AIK UMTAS, Dr. Zaenal Mutaqin, M.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan sanlat bertujuan menanamkan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) kepada mahasiswa baru. Pesantren kilat ini dirancang agar mahasiswa baru tidak hanya memahami konsep keislaman secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membentuk mahasiswa yang disiplin, berkualitas, dan berakhlak baik, sesuai dengan visi misi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Sanlat UMTAS 2025, Alfadl Habibie, M.Ag., memaparkan bahwa kegiatan sanlat dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Setiap gelombang diikuti oleh 80 peserta dan berlangsung selama tiga hari. Total peserta Sanlat UMTAS 2025 mencapai lebih dari 800 mahasiswa baru, yang terbagi ke dalam 9 hingga 10 gelombang pelaksanaan. Proses kegiatan dimulai dari registrasi, pembekalan materi, praktik ibadah, serta kegiatan refleksi nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Salah satu peserta Sanlat 2025, Sanjaya Naufal Kurniawan, mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan tersebut. Dia senang bisa mengikuti sanlat ini karena bisa menambah ilmu keagamaan sekaligus memperluas relasi dengan teman-teman baru dari berbagai jurusan.
Kegiatan Pesantren Kilat UMTAS 2025 dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu, menyesuaikan pembagian gelombang peserta. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan UMTAS dalam rangka pembinaan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan bagi mahasiswa baru.
