
Kuala Terengganu, Malaysia — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) di kancah internasional. Dalam ajang Minggu Penyelidikan dan Inovasi 2025 (MPI 2025), tim UMTAS berhasil meraih dua penghargaan sekaligus: medali perak dan perunggu, melalui karya inovatif yang memadukan teknologi dan dunia medis.
MPI 2025 merupakan acara tahunan bergengsi yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi, peneliti, dan pelaku industri untuk menampilkan hasil penelitian dan inovasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh University Sultan Zainal Abidin (UniSZA) bekerja sama dengan University Malaysia Terengganu (UMT) dan University College TATI (UC TATI) pada tanggal 14 hingga 15 Mei 2025, bertempat di Dewan Al-Muktafi Billah Shah (DABS) dan Dewan Perdana UniSZA, Kuala Terengganu, Malaysia. Dengan mengusung tema “Innovative Ideas for a Better Tomorrow”, MPI 2025 menjadi wadah penting untuk mendorong ide-ide kreatif demi membentuk masa depan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tim UMTAS terdiri dari mahasiswa lintas bidang, yaitu Tri Setiawan dari bidang Kesehatan dan Ghinfa Firqah Najiyah dari Teknik Mesin. Dalam proses pengembangan inovasi, mereka mendapat bimbingan dari para dosen seperti Dr. Aceng Sambas, Dr. Mujiarto, serta dosen-dosen lain yang berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa.
Tim UMTAS memperkenalkan dua alat inovatif:
- SMART MED (Sensor-based Monitoring and Real-Time Medical Device) – perangkat medis pintar yang mampu memantau SpO2, detak jantung, suhu tubuh, suhu ruangan, dan temperatur lingkungan secara real-time. Alat ini memungkinkan data kesehatan ditampilkan langsung melalui komputer atau ponsel yang telah terintegrasi dengan sistem SMART MED.
- WringkleBot – inovasi lain yang turut mendapat apresiasi dan memperkuat kiprah UMTAS di bidang teknologi kesehatan.
SMART MED dipresentasikan langsung oleh Tri Setiawan dan dikembangkan di bawah pimpinan Ibu Neni Nuraeni, bersama tim yang terdiri dari Ibu Lilis Lismayanti, Pak Gungun Gundara, Pak Mohamad Afendee Mohamed, serta para dosen pendukung lainnya.
Dalam ajang internasional tersebut, SMART MED berhasil meraih medali perunggu, sementara WringkleBot menyabet medali perak. Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UMTAS mampu bersaing di tingkat global melalui karya-karya inovatif yang aplikatif dan berdampak nyata. Keikutsertaan UMTAS di MPI 2025 bukan sekadar pameran teknologi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan solusi masa depan di bidang kesehatan. Inovasi-inovasi ini tidak hanya menunjukkan potensi akademik, tetapi juga relevansi teknologi terhadap kebutuhan masyarakat luas.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan institusi pendidikan di Indonesia untuk terus berinovasi dan menjalin kolaborasi global demi masa depan yang lebih baik.
